[cetivasi] Chatting

Diposkan oleh Johan | 19:15 | 0 komentar »

 

CHATTING

 

Wajib dibaca semua orang termasuk yang punya anak-anak!


Setelah melemparkan buku-bukunya di sofa, dia mengambil camilan dan mulai online. Dia log-on dengan nama ByAngel213. Dia memeriksa daftar sambungan yang masuk, ada yang bernama GoTo123 juga sedang online. Dia mengirimkan pesan :

ByAngel213:
Hi. Aku senang kamu online! Aku pikir ada seseorang yang mengikutiku pulang dari sekolah hari ini. Itu mengerikan!

GoTo123:
LOL (Laugh Out Loud = Ketawa Ngakak). Kamu kebanyakan nonton TV. Kenapa orang mengikuti kamu? Bukankah kamu tinggal di perumahan yang aman?

ByAngel213:
Tentu saja. LOL (Ketawa Ngakak). Aku rasa itu hanya pikiranku saja, karena aku tidak lihat seorang pun.

GoTo123:
Kecuali kamu menuliskan namamu saat online. Kamu tidak lakukan itu khan?
 
ByAngel213:
Tentu saja tidak. Aku tidak sebodoh itu, tahu.

GoTo123:
Apa kamu bermain softball sehabis sekolah hari ini?

ByAngel213:
Ya, dan teamku menang !!

GoTo123:
Itu hebat!  Team siapa yang kamu mainkan?

ByAngel213:                                                          
Kita mainkan team Hornets. LOL (Ketawa Ngakak). Seragamnya keren banget! Mereka seperti lebah. LOL

GoTo123:
Apa nama teammu?

ByAngel213:
Canton Cats (Kucing2 Canton). Ada gambar cakar harimau di seragam kita. Pokoknya keren.                                                          

GoTo1 23:
Kamu pelempar bola?

ByAngel213:
Tidak, aku jaga di base kedua. Aku harus pergi. Ada PR yang harus kukerjakan sebelum orang tuaku pulang. Dah!

GoTo123:
Sampai ketemu lagi. Dah

Sementara itu, GoTo123 mulai melacak menu "keanggotaan" dan mulai mencari profil sebenarnya dari ByAngel213. Ketika ditemukan, dia langsung menandai dan mencetaknya. Dia mengambil pena dan mulai menuliskan apa yang telah diketahuinya tentang ByAngel213.

Namanya: Shannon (perempuan)
Lahir: 3 Januari 1985
Umur: 13 tahun
Tempat tinggal: Carolina Utara

Hobi: softball, koor, skating dan pergi ke mall.

Selain informasi ini, dia tahu Shannon tinggal di Canton karena baru saja memberitahu. Dia tahu Shannon sendirian di rumah sampai jam 06:30 sore sampai kedua orang tuanya pulang kerja. Dia tahu Shannon bermain softball tiap hari Kamis sore dalam team sekolah yang bernama Canton Cats. Nomer favoritnya 7, seperti yang tercetak di kaosnya.  Dia tahu Shannon kelas delapan (satu SMP) di SMP Canton. Semua informasi itu dia peroleh dari Shannon waktu mereka online. Dia sekarang sudah memperoleh informasi yang cukup untuk bisa menemukan Shannon.  

* * * * *

Shannon tidak bercerita pada orang tuanya mengenai kejadian dalam perjalanan pulang dari lapangan taman kemarin. Dia tidak ingin orang tuanya ribut dan melarang dia jalan kaki saat pulang dari bermain softball. Orang tuanya selalu berlebihan dan berpikir yang buruk. Itu membuatnya berharap seandainya dia bukan anak tunggal. Mungkin jika dia punya saudara laki-laki atau perempuan, orang tuanya tidak menjadi over protektif lagi.

Pada hari Kamis, Shannon sudah lupa dengan langkah kaki yang mengikutinya.

Permainan softballnya sangat asyik, sampai tiba-tiba dia merasa ada seseorang yag memperhatikannya. Saat itu ingatannya muncul kembali. Dia melirik dari posisinya berdiri di base kedua, ada seorang laki-laki sedang mengamatinya dengan seksama.

Laki-laki itu bersandar di pagar di belakang base pertama dan dia tersenyum saat melihatnya. Dia tidak terlihat menakutkan dan Shannon langsung membuang perasaan ketakutan yang dirasakan.

Setelah permainan selesai, Shannon duduk di bangku sambil berbicara dengan pelatih. Dia memperhatikan laki-laki itu tersenyum lagi saat dia melewatinya. Dia mengangguk dan Shannon membalas tersenyum. Laki-laki itu melihat nama Shannon tercetak di belakang kaosnya seragamnya. Dia tahu sudah menemukan semua identitas Shannon.

Diam-diam, dia berjalan menjauh dalam jarak yang aman. Rumah Shannon hanya beberapa blok dari lapangan itu, dan begitu dia melihat tempat tinggalnya, laki-laki itu segera kembali ke tempat parkir dan mengambil mobilnya.

Sekarang dia menunggu. Dia memutuskan untuk makan sedikit sebelum pergi ke rumah Shannon. Dia mengendarai mobil ke sebuah restoran cepat saji dan duduk di sana menunggu waktu untuk bergerak.

* * * * *

Shannon sedang berada di kamarnya saat dia mendengar suara panggilan dari ruang tamu.

"Shannon, cepat kemari," panggil ayahnya. Suaranya kedengaran marah tapi dia tidak tahu mengapa. Dia berjalan menuju ruang tamu dan melihat laki-laki yang yang ditemui di taman sedang duduk di sofa.

"Duduk," ayahnya memulai pembicaraan, "Bapak ini baru saja bercerita banyak hal yang menarik tentang kamu."

Shannon terhenyak ke belakang. Bagaimana mungkin laki-laki itu bisa bercerita segala macam pada orang tuanya? Dia tidak pernah bertemu dengannya sebelum hari ini !

"Kamu tahu saya siapa, Shannon?" laki-laki itu bertanya.

"Tidak," jawab Shannon

"Saya adalah perwira polisi dan teman online-mu, GoTo123."

Shannon terkejut luar biasa, "Itu tidak mungkin! GoTo123 adalah anak seumuranku. Umurnya 14 tahun. Dan dia tinggal di Michigan!"
 
Laki-laki itu tersenyum, "Saya memang sudah menceritakan semuanya, tapi itu tidak benar. Kamu lihat Shannon, ada orang-orang di online yang berpura-pura menjadi seorang anak; dan saya salah satunya. Tapi saat yang lain melakukan itu untuk menyakiti dan berbuat jahat pada anak-anak, saya termasuk kelompok dari orang tua yang melakukannya untuk melindungi anak-anak dari orang jahat. Saya datang kemari untuk bertemu denganmu dan mengajarimu bahayanya berkomunikasi dengan orang yang tidak kamu kenal secara online. Kamu telah menceritakan semua hal yang cukup untuk saya pakai untuk menemukan kamu. Kamu menyebutkan nama sekolahmu, nama team softballmu dan posisi dimana kamu bermain. Bahkan kamu menyebutkan nomer kaos seragammu yang membuat saya menemukanmu dengan mudah."

Sekali lagi Shannin tertegun, "Bukankan anda tinggal di Michigan?"

Laki-laki itu tertawa. "Tidak, saya tinggal di Releigh, dekat sini. Itu saya buat supaya kamu merasa aman karena berpikir bahwa saya tinggal di tempat yang jauh, bukan?"

Shannon mengangguk.
 
"Saya punya seorang teman yang memiliki anak perempuan seperti kamu. Hanya dia tidak beruntung. Laki-laki yang menemukannya membunuhnya saat dia sendirian di rumah. Anak-anak diajarkan untuk tidak mengatakan pada siapa pun bahwa mereka sedang sendirian di rumah, dimana sepanjang waktu itu mereka gunakan untuk online. Orang jahat akan menjebak kalian untuk memberikan informasi sedikit tentang ini dan tentang itu saat online. Sebelum kamu mengetahuinya, kamu telah mengatakan banyak hal sehingga mereka mudah menemukanmu bahkan sebelum kamu menyadari telah melakukannya. Saya harap kamu belajar dari kejadian ini dan tidak mengulanginya lagi. Beritahu teman-temanmu juga supaya mereka bisa aman."

"Saya berjanji!"

Malam itu Shannon, ayah dan ibunya mengucapkan terima kasih pada Tuhan karena sudah melindungi Shannon dari kejadian yang bisa menjadi peristiwa tragis.


 

__._,_.___
Anda peduli, apa yang Anda lakukan, beritahu dan daftarkan rekan yang lain?
******************************************************************
Bangkitkan semangat hidup anda dengan milis renungan kehidupan, silahkan:

* Posting email    : cetivasi@yahoogroups.com
* Daftar/Subscribe : cetivasi-subscribe@yahoogroups.com
* Keluar/Out       : cetivasi-unsubscribe@yahoogroups.com
* Informasi pemasangan iklan : cetivasi-owner@yahoogroups.com
******************************************************************

Salam hangat,

Moderator Cetivasi


Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

 

Pertapa Muda Dan Kepiting

 

Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, tampak seorang pertapa muda  sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai.  

Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian  pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.                                                               

 

Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya.

Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal.

Ternyata, di sana tampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras  mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.                                 

 

Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan.                              

Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk  membantunya.

Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa  muda.

Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati  pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.                   

 

Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya.

Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai.

Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama.

Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan  jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.                           

 

Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi. 

 

Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin  membengkak karena jepitan capit kepiting.                                 

 

Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri  dan menegur si pertapa muda, "Anak muda, perbuatanmu menolong adalah  cerminan hatimu yang baik.                                               

Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit  kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?"                             

 

"Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. 

Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih.

Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa makhluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting," jawab  si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.

 

Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah  ranting. 

Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali  melawan arus sungai.

Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya.

"Lihat Anak Muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik,  tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan.

Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong makhluk lain, bukankah tidak  harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita   manfaatkan, betul kan ?"                                                 

 

Seketika itu, si pemuda tersadar.

"Terima kasih, Paman. Hari ini saya belajar sesuatu. 

*Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. ** 

*Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang Paman  ajarkan."                                                                 

 

Pembaca yang budiman,  Mempunyai sifat belas kasih, mau memerhatikan dan menolong orang lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita,  orangtua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun.                    

 

Tetapi, kalau cara kita salah, sering kali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang. 

 

Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus menanggung beban dan kerugian yang tidak perlu.               

 

Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan dengan cara yang tepat dan bijak.                                         

 

Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif

bagi yang dibantu, tetapi sekaligus membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu.                                             

                                                                          

 

 

__._,_.___
Anda peduli, apa yang Anda lakukan, beritahu dan daftarkan rekan yang lain?
******************************************************************
Bangkitkan semangat hidup anda dengan milis renungan kehidupan, silahkan:

* Posting email    : cetivasi@yahoogroups.com
* Daftar/Subscribe : cetivasi-subscribe@yahoogroups.com
* Keluar/Out       : cetivasi-unsubscribe@yahoogroups.com
* Informasi pemasangan iklan : cetivasi-owner@yahoogroups.com
******************************************************************

Salam hangat,

Moderator Cetivasi


Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___